TINGKATAN DALAM DZIKIR



Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :

 Zikir ada kalanya dilakukan dengan lisan (saja). Pengucapnya mendapat pahala dengan itu dan tidak dipersyaratkan dia mengingat maknanya. Tapi dipersyaratkan dia tidak memaksudkan dengan zikir tersebut yang lain dari maknanya. Jika ucapan zikir tersebut disertai dengan zikir kalbu maka itu lebih sempurna. Dan jika ditambah lagi dengan mengingat-ingat makna zikir beserta apa yang terkandung di dalamnya berupa pengagungan kepada Allah dan peniadaan sifat-sifat kurang dari-Nya maka akan bertambah sempurna lagi. 

Kemudian jika hal itu dilakukan dalam sebuah aktifitas amal saleh yang diwajibkan apapun juga, seperti salat atau berjihad atau yang lainnya maka bertambah sempurna lagi. Kemudian jika dia memperbaiki arah niatnya dan ikhlas untuk Allah dalam hal itu maka itulah yang paling sempurna. 

 📚 Fathul Bari, Bab Fadhlu Dzikrillahi Azza Wajalla, Juz 11, hal. 209, via Maktabah Syamilah

 •••┈••••○❁🌼❁○••••┈•••

قال الحافظ ابن حجر رحمه الله :
ﺛﻢ اﻟﺬﻛﺮ ﻳﻘﻊ ﺗﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﻠﺴﺎﻥ ﻭﻳﺆﺟﺮ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﻨﺎﻃﻖ ﻭﻻ ﻳﺸﺘﺮﻁ اﺳﺘﺤﻀﺎﺭﻩ ﻟﻤﻌﻨﺎﻩ ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻭﺇﻥ اﻧﻀﺎﻑ ﺇﻟﻰ اﻟﻨﻄﻖ اﻟﺬﻛﺮ ﺑﺎﻟﻘﻠﺐ ﻓﻬﻮ ﺃﻛﻤﻞ ﻓﺈﻥ اﻧﻀﺎﻑ ﺇﻟﻰ ﺫﻟﻚ اﺳﺘﺤﻀﺎﺭ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺬﻛﺮ ﻭﻣﺎ اﺷﺘﻤﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻈﻴﻢ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻧﻔﻲ اﻟﻨﻘﺎﺋﺺ ﻋﻨﻪ اﺯﺩاﺩ ﻛﻤﺎﻻ ﻓﺈﻥ ﻭﻗﻊ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻋﻤﻞ ﺻﺎﻟﺢ ﻣﻬﻤﺎ ﻓﺮﺽ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ ﺃﻭ ﺟﻬﺎﺩ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ اﺯﺩاﺩ ﻛﻤﺎﻻ ﻓﺈﻥ ﺻﺤﺢ اﻟﺘﻮﺟﻪ ﻭﺃﺧﻠﺺ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﻮ ﺃﺑﻠﻎ اﻟﻜﻤﺎﻝ
فتح الباري (باب فضل ذكر الله عز وجل) ١١ / ٢٠٩، بواسطة المكتبة الشاملة

 ===========
 ⛵️ WhatsApp Inilah Dakwah Kita
📲 Channel Telegram 》https://t.me/idekitateg


Print PDF